English 
Live Chat  


Alat Belajar Mengajar | Asuransi Pendidikan | Belajar Bahasa Inggris untuk Anak | Gadget Edukatif | IT Solution & Education | Konsultan Pendidikan | Kursus/Sekolah Menggambar, Melukis & Mewarnai | Mainan Edukatif | Media Partner | Museum | Pendidikan Profesi & Magister | Penerbit & Toko Buku | Sekolah Alam | Sekolah Bahasa | Sekolah Bermain - Kelompok Bermain & Taman Kanak-Kanak | Sekolah Desain Fashion | Sekolah Desain Grafis | Sekolah Internasional | Sekolah Model | Sekolah Musik & Vokal | Tabungan Pendidikan

Artikel & Berita


 
Kategori :
 

 
Cari :
 

  •  


 
Berita
 
Ilmuwan India Temukan 3 Bakteri Anti-UV di Stratosfer
22 Maret 2009

Ilmuwan India Temukan 3 Bakteri Anti-UV di Stratosfer





Balon raksasa di National Baloon Facility di Hyderabad, India.











NEW DELHI — Sedikitnya tiga spesies bakteri yang tidak pernah ditemukan di muka bumi ternyata ditemukan hidup di stratosfer, lapisan atas atmosfer. Penemuan tersebut merupakan hasil penelitian para ilmuwan India.


Perburuan kehidupan renik di atas bumi dilakukan menggunakan sebuah balon udara raksasa yang diterbangkan pada ketinggian antara 20-41 kilometer. Balon yang dioperasikan Tata Institute of Fundamental Reserach (TIFR) itu diterbangkan dari National Baloon Facility di Hyderabad.


Muatan balon tersebut membawa instrumen penelitian seberat 459 kilogram yang direndam dalam tabung silinder berisi 38 kilogram cairan neon. Instrumen tersebut didesain untuk mengumpulkan sampel dari udara di sekitarnya kemudian dijatuhkan dengan parasut. Sampel tersebut kemudian dianalisis Pusat Biologi Sel dan Molekul di Hyderabad dan Natural Center for Cell Science (NCCS).


Secara keseluruhan, instrumen mendeteksi 12 jenis bakteri dan enam jenis koloni jamur dari stratosfer. Sebanyak 98 persen di antaranya memiliki sifat genetik yang sama dengan mikroorganisme sejenis di bumi.


Namun, tiga bakteri ini di antaranya benar-benar baru. Masing-masing dinamai PVAS-1, B3 W22, dan B8 W22. Dibandingkan sebagian besar lainnya, ketiga bakteri sama-sama memiliki daya tahan terhadap paparan sinar ultraviolet.


PVAS-1 masuk dalam genus Janibacter dan telah diberi nama ilmiah Janibacter hoylei sp. nov. untuk menghormati seorang pakar astrofisika terkemuka Fred Hoyle. Bakteri kedua B3 W22 diberi nama Bacillus isronensis sp. nov. yang diambil dari ISRO (Indian Space Research Organization). Adapun bakteri ketiga diberi nama Bacillus aryabhata dari nama astronom legendaris dari India dan juga nama satelit pertama buatan ISRO.




WAH

Sumber : PHYSORG


 
Artikel & Berita lainnya di Berita
 
[22 Maret 2009] Ilmuwan India Temukan 3 Bakteri Anti-UV di Stratosfer
Ilmuwan India Temukan 3 Bakteri Anti-UV di Stratosfer ISRO Balon raksasa di National Baloon Facility di Hyderabad, India. ...[selengkapnya]
[15 Oktober 2008] Ranking Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Naik
Ranking Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Naik Selasa, 14 Oktober 2008 | 16:07 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta:Peringkat tiga perguruan tinggi negeri...[selengkapnya]
[13 Oktober 2008] Data Siswa Diumbar - Banyak yang Meneriaki, Diknas Siap Evaluasi
Data Siswa Diumbar Banyak yang Meneriaki, Diknas Siap Evaluasi Ardhi Suryadhi - detikinet ilustrasi (situs diknas) &a...[selengkapnya]
[01 September 2008] Alhab Juarai Penemu Remaja
Alhab Juarai Penemu Remaja Penghargaan Belum Memuaskan Senin, 1 September 2008 | 00:35 WIB Jakarta, Kompas - Alat hambat bau karya tiga pe...[selengkapnya]
[20 Agustus 2008] Optimalkan Anggaran untuk Pendidikan Dasar
Program Harus Tepat Optimalkan Anggaran untuk Pendidikan Dasar Selasa, 19 Agustus 2008 | 01:06 WIB Jakarta, Kompas - Pemenuhan anggaran pendidikan ...[selengkapnya]

Halaman. 1 dari 44  [Berikutnya] ::   Ke Halaman 


 

 
User ID      Password  
Lupa Password ? isi alamat email Anda di sini    

 
Ingin Menambahkan Info gratis klik di sini
 

 
Utama  |  Tentang Kita  |  Institusi Pendidikan  |  Beasiswa  |  Lowongan Kerja  |  Artikel & Berita  |  Kompetisi dan Lomba  |  Isi Info  |  Hubungi Kami
 
Copyright © Edukasi indonesia 2007