English 
Live Chat  


Alat Belajar Mengajar | Asuransi Pendidikan | Belajar Bahasa Inggris untuk Anak | Gadget Edukatif | IT Solution & Education | Konsultan Pendidikan | Kursus/Sekolah Menggambar, Melukis & Mewarnai | Mainan Edukatif | Media Partner | Museum | Pendidikan Profesi & Magister | Penerbit & Toko Buku | Sekolah Alam | Sekolah Bahasa | Sekolah Bermain - Kelompok Bermain & Taman Kanak-Kanak | Sekolah Desain Fashion | Sekolah Desain Grafis | Sekolah Internasional | Sekolah Model | Sekolah Musik & Vokal | Tabungan Pendidikan

Artikel & Berita


 
Kategori :
 

 
Cari :
 

  •  


 
Artikel
 
Potensi Pengajaran Bahasa Inggris
10 Agustus 2008

Potensi Pengajaran Bahasa Inggris

Senin, 11 Agustus 2008 | 01:22 WIB

Tuswadi Koesnadi, S.Pd


Pengajaran bahasa asing di sekolah dasar bukan barang baru di Indonesia. Saat ini banyak SD, baik di perkotaan maupun di pedesaan, telah berani mengenalkan bahasa Inggris, khususnya kepada siswa kelas IV–VI. Berbekal pelatihan dan ilmu terkesan seadanya, guru kelas bercas- ciscus menyampaikan materi pelajaran.


Potensi pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar untuk menunjang kesuksesan siswa dalam mempelajari bahasa internasional ini di sekolah lanjutan sangatlah besar. Semakin dini peserta didik mempelajari bahasa Inggris diharapkan semakin mudah mereka menguasainya di masa mendatang.


Permasalahannya adalah kredibilitas guru kelas dalam pengajaran bahasa Inggris masih tanda ”Tanya” besar. Jika yang diperoleh siswa SD adalah ilmu yang keliru, maka akan amat berbahaya bagi keberlangsungan (continuity) pembelajaran bahasa Inggris di jenjang pendidikan berikutnya.


Belum lagi saat siswa kesulitan dan cara mengajar gurunya tidak mengena atau membosankan, maka motivasi dan minat mereka lambat laun melemah bahkan hilang.


Di Jepang, kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris di kalangan guru SD, SMP, bahkan SLTA tidak sebagus yang kita bayangkan. Di sejumlah SMP dan SMA yang penulis kunjungi, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) bahasa Inggris hampir 80 persen dalam bahasa Jepang.


Untuk melejitkan potensi pengajaran bahasa Inggris siswa SD di Tanah Air, merujuk yang penulis saksikan di SD-SD Jepang, setidaknya ada lima langkah cerdas yang seyogianya ditempuh guru kelas.


Pertama, guru harus mempelajari dan menguasai metode serta teknik pengajaran bahasa Inggris untuk tingkat SD. Di SD, keterampilan bahasa yang diajarkan adalah mendengarkan (listening) dan berbicara (speaking). Materi, pengenalan kosa kata dan kalimat sederhana.


Kedua, secara terus-menerus guru mempelajari untuk menguasai materi.


Ketiga, untuk melakukan langkah 1 dan 2, pihak sekolah memfasilitasi guru kelas untuk mendapat pelatihan memadai. Tanpa pelatihan cukup, sulit bagi guru menguasai teknik dasar pengajaran bahasa Inggris.


Keempat, guru melakukan lesson study secara pribadi maupun berkelompok. Di Jepang, para guru dari berbagai SD sering bertandang ke SD yang dipandang bagus dalam pengajaran bahasa Inggris. Di sana mereka menyaksikan langsung proses pembelajaran bahasa di kelas dari awal sampai akhir sambil mencocokkan setiap kegiatan dengan lesson plan yang mereka terima. Mereka juga mendapat penjelasan guru pengajar tentang proses belajar-mengajar sebelumnya, disusul diskusi. Sering pengunjung lesson study membeludak, banyak pengamat bekerja dari balik jendela kelas.


Lesson study dapat juga dilakukan guru dengan bertandang ke tempat kursus. Pengalaman- pengalaman dari lesson study ini akan memperkaya imajinasi dan kreativitas guru kelas dalam mempersiapkan dan menyampaikan materi kepada siswa dengan lebih baik dan menarik.


Kelima, guru harus cerdas dan kreatif membuat alat bantu pengajaran. Perlu aneka bentuk dan warna untuk mengajar, juga aktivitas permainan yang unik dan menarik, juga lagu anak-anak berbahasa Inggris. Di kelas I-IV, siswa tidak melakukan kegiatan tulis-menulis. Tak ada tes agar siswa tidak terbebani, supaya motivasi belajar bahasa Inggris mereka tetap terjaga.


Hasilnya? Diharapkan bekal bahasa Inggris yang didapat di bangku SD akan membuat siswa lebih mudah dan percaya diri mempelajarinya di sekolah lanjutan dengan tingkat kepahaman dan kefasihan di atas rata-rata.


Tuswadi Koesnadi, S.Pd Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Banjarnegara, Jawa Tengah


Sumber : Kompas




 
Artikel & Berita lainnya di Artikel
 
[10 Agustus 2008] Potensi Pengajaran Bahasa Inggris
Potensi Pengajaran Bahasa Inggris Senin, 11 Agustus 2008 | 01:22 WIB Tuswadi Koesnadi, S.Pd Pengajaran bahasa asing di sekolah dasar bukan...[selengkapnya]
[23 Juni 2008] Mengapa Siswa Mencontek?
Mengapa Siswa Mencontek? Senin, 23 Juni 2008 | 00:15 WIB Ujian dan ulangan umum sudah lewat. Hasil ujian dan ulangan itu merupakan salah ...[selengkapnya]
[14 Juni 2008] Ramai-ramai Cari Biaya Sekolah
Ramai-ramai Cari Biaya Sekolah Sabtu, 14 Juni 2008 | 01:56 WIB PINGKAN ELITA DUNDU dan NELI TRIANA Sofia Anwar (42) bersama seorang anak b...[selengkapnya]
[28 April 2008] Sekolah Gratis, Pepesan Kosong
Begitu mendengar kata gratis, rasa senang langsung menjalar, mata mengerjap berbinar sambil dibarengi sedikit keraguan. Benar gratis? Kata gratis bany...[selengkapnya]
[12 Februari 2008] Guru yang Menjadi CEO
Guru yang Menjadi CEO   JAKARTA...[selengkapnya]

Halaman. 1 dari 10  [Berikutnya] ::   Ke Halaman 


 

 
User ID      Password  
Lupa Password ? isi alamat email Anda di sini    

 
Ingin Menambahkan Info gratis klik di sini
 

 
Utama  |  Tentang Kita  |  Institusi Pendidikan  |  Beasiswa  |  Lowongan Kerja  |  Artikel & Berita  |  Kompetisi dan Lomba  |  Isi Info  |  Hubungi Kami
 
Copyright © Edukasi indonesia 2007