English 
Live Chat  


Alat Belajar Mengajar | Asuransi Pendidikan | Belajar Bahasa Inggris untuk Anak | Gadget Edukatif | IT Solution & Education | Konsultan Pendidikan | Kursus/Sekolah Menggambar, Melukis & Mewarnai | Mainan Edukatif | Media Partner | Museum | Pendidikan Profesi & Magister | Penerbit & Toko Buku | Sekolah Alam | Sekolah Bahasa | Sekolah Bermain - Kelompok Bermain & Taman Kanak-Kanak | Sekolah Desain Fashion | Sekolah Desain Grafis | Sekolah Internasional | Sekolah Model | Sekolah Musik & Vokal | Tabungan Pendidikan

Artikel & Berita


 
Kategori :
 

 
Cari :
 

  •  


 
Artikel
 
Dunia Pendidikan Perlu Dukung Tumbuhnya Industri Kreatif
02 November 2007

Potensi Bangsa

Dunia Pendidikan Perlu Dukung Tumbuhnya Industri Kreatif



Bandung, Kompas - Industri kreatif diyakini akan tumbuh pesat dan mampu meningkatkan pendapatan negara secara signifikan. Guna mengembangkan potensi industri kreatif ini, peran dunia pendidikan diperlukan untuk bersinergi bersama industri dan pemerintah.


Mike Hardy, Direktur British Council, pada simposium regional bertajuk Strategic Dialogue in South East Asia-Developing Creative Industry di Bandung, Senin (29/10), mengatakan bahwa kurikulum pendidikan yang konservatif perlu diubah dan dibawa ke arah dukungan tumbuhnya kreativitas. Kebijakan-kebijakan pun perlu dibuat berpihak pada peluang dan upaya bagi tumbuhnya industri kreatif.


Simposium yang merupakan bagian dari Prime Minister Initiative II (PMI2) Inggris ini diikuti 40 pengambil kebijakan dan praktisi senior pendidikan dari 10 negara. Para peserta berasal dari Thailand, Singapura, New Zealand, Jepang, Filipina, Malaysia, Taiwan, Australia, Inggris, dan Indonesia.


"Industri kreatif punya potensi besar. Inggris sendiri memfokuskan pada pengembangan industri kreatif karena berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Kerja sama untuk mendukung tumbuhnya industri kreatif ini perlu didukung, termasuk juga melalui pendidikan," kata Charles Humfrey, Duta Besar Inggris untuk Indonesia.



Di Indonesia, salah satu kota yang mampu mengembangkan industri kreatif adalah Bandung. Di sini, ada 400 outlet fashion, desain, dan musik. Sebagian besar dijalankan para pengusaha muda berusia 15-25 tahun. Kontribusi industri kreatif Indonesia mencapai 33 persen pendapatan negara, jauh lebih besar daripada gas dan minyak bumi yang berkisar enam persen. (ELN)


Sumber : Kompas


 
Artikel & Berita lainnya di Artikel
 
[10 Agustus 2008] Potensi Pengajaran Bahasa Inggris
Potensi Pengajaran Bahasa Inggris Senin, 11 Agustus 2008 | 01:22 WIB Tuswadi Koesnadi, S.Pd Pengajaran bahasa asing di sekolah dasar bukan...[selengkapnya]
[23 Juni 2008] Mengapa Siswa Mencontek?
Mengapa Siswa Mencontek? Senin, 23 Juni 2008 | 00:15 WIB Ujian dan ulangan umum sudah lewat. Hasil ujian dan ulangan itu merupakan salah ...[selengkapnya]
[14 Juni 2008] Ramai-ramai Cari Biaya Sekolah
Ramai-ramai Cari Biaya Sekolah Sabtu, 14 Juni 2008 | 01:56 WIB PINGKAN ELITA DUNDU dan NELI TRIANA Sofia Anwar (42) bersama seorang anak b...[selengkapnya]
[28 April 2008] Sekolah Gratis, Pepesan Kosong
Begitu mendengar kata gratis, rasa senang langsung menjalar, mata mengerjap berbinar sambil dibarengi sedikit keraguan. Benar gratis? Kata gratis bany...[selengkapnya]
[12 Februari 2008] Guru yang Menjadi CEO
Guru yang Menjadi CEO   JAKARTA...[selengkapnya]

Halaman. 1 dari 10  [Berikutnya] ::   Ke Halaman 


 

 
User ID      Password  
Lupa Password ? isi alamat email Anda di sini    

 
Ingin Menambahkan Info gratis klik di sini
 

 
Utama  |  Tentang Kita  |  Institusi Pendidikan  |  Beasiswa  |  Lowongan Kerja  |  Artikel & Berita  |  Kompetisi dan Lomba  |  Isi Info  |  Hubungi Kami
 
Copyright © Edukasi indonesia 2007